Showing posts with label government. Show all posts
Showing posts with label government. Show all posts

Saturday, September 3, 2011

MAU DIBAWA KEMANA NEGERI INI?

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:

MAU DIBAWA KEMANA...???

Gonjang-ganjing bumi ini seolah tak pernah berhenti, ada saja yang terjadi. Bencana alam sebagai peringatan atau karena adzab ilahi robbi. Gunung berapi, gempa bumi, tsunami atau apa saja yang telah memporak-porandakan bumi ini. Belum kering air mata ini, prahara besar mengoyak, mencabik-cabik hati nurani. Saling sikut dan saling sikat berkedok orang-orang terhormat yang sekedar untuk kenikmatan sesaat yang pasti berujung landrat, laknat kelak di pengadilan akhirat.

Korupsi menari-menari diiringi nyanyian kolusi dengan tabuhan musik nepotisme. Mau dibawa kemana negeri ini? Mbok opo anane wae po'o gak neko-neko gak usah berslogan "wani piro" wis akeh sing sengsoro. Ora bakalan dunyomu mok gowo mati malah bakal dadekno mlebu jeruji wesi.
 
Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.
 

Saturday, August 27, 2011

OAR title KETIKA SERTIFIKASI DIGELAR

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title: 

KETIKA SERTIFIKASI DIGELAR
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Benarkah Sertifikasi mencerminkan profesionalisme dan loyalitas terhadap bidang yang digeluti? Ataukah hanya sekedar untuk menutupi kekurangan material? OK...lah Sertifikasi memang dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme dibidangnya dan bukan sekedar tujuan untuk "mendapatkan tambahan".
Bagaimana ketika sertifikasi  digelar tanpa ada embel2 Rupiah? Toh bukan Rupiah yang jadi prioritas kan? Ah kalau benar-benar profesional mungkin gak masalah tapi bagaimana yang sok profesional hehehe...

Sungguh prihatin sekali ketika profesionalisme khususnya di dunia pendidikan dimanipulasi karena sekedar tuntutan profesionalisme melalui sertifikasi. Bukan Sertifikasinya yang salah, tapi memanipulasi untuk mendapatkan sertifikasi itu yang salah. Kenapa harus memanipulasi? Apa karena ada iming-iming rupiah barangkali? Siapa sih yang gak butuh Rupiah, semua pasti gak akan nolak kalau diberi. Tapi bagaimana keluarga kita terlebih anak kita sebagai generasi penerus peradaban ini harus menerima asupan gizi pendidikan yang notabene telah tercemar aliran darah manipulasi karena palsu sana-palsu sini. Bagaimana negara ini bisa bersih dari korupsi? Kalau pencetak generasi muda negeri ini tercemar polutan-polutan yang sudah mengaliri darah setiap hari. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun...

Saya sangat setuju sekali ketika profesional dan loyalitas diberdayakan. Tapi sungguh memprihatinkan ketika semua itu harus digadaikan karena kemisikinan yang merata di negeri ini. Sehingga semua seolah terlelap tak berdaya dalam mimpi yang teramat sulit untuk bangun dari tidurnya.

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government
 

Thursday, August 25, 2011

CULTURE

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:

BUDAYA YANG GAK WAJIB DIBUDAYAKAN
NGENYANG PIRO-WANI PIRO
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government
Istilah "NGENYANG PIRO-WANI PIRO" ini sering kita dengar khususnya dilingkungan masyarakat yang seringkali bergelut dibidang transaksi jual beli. Untuk mendapat kesepakatan yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli memang seringkali terjadi tawar menawar (NGENYANG PIRO), pembeli pasti akan menawar (NGENYANG) sesuatu yang diinginkan sedangkan penjual juga tidak mau kalah, dengan ramahnya dia akan bilang WANI PIRO (berani berapa atau mau berapa) sampai kedua belah pihak sepakat (DEAL). Budaya ini memang gak dibudayakanpun sudah membudaya dengan sendirinya karena memang sudah naluriah.
Namun bagaimana budaya NGENYANG PIRO-WANI  PIRO ini terjadi hanya untuk mementingkan keuntungan sepihak, atau seolah keuntungan dua pihak karena apa yang diharapkan dipenuhi tapi dengan syarat-syarat tertentu yang keluar dari jalur yang ada (agama, hukum, adat istiadat sampai  harga diri). Apa budaya ini harus dibudayakan? WANI PIRO? HEHEHEHEHE.... Mau menang Wani Piro? Mau enak Wani Piro? Mau jadi .... Wani Piro? Mau yang gimana..Wani Piro? Pokoknya mau apa saja...Wani Piro?

Bagaimana kalau Ngenyang Piro-Wani Piro  ini tidak proposional, artinya tidak seharusnya terjadi di area yang bukan wilayahnya. Kata Bang Rhoma "YANG KAYA MAKIN KAYA YANG MISKIN MAKIN MISKIN" Karena yang miskin tidak berani nawar (Ngenyang) sebab tidak ada yang dipakai untuk menawar akhirnya terima apa adanya alias opo anane, sedang yang kaya, berduit makin melimpah karena apapun bisa dibeli dan semua bisa diatur...


Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Saturday, August 20, 2011

NOT MAKING THIS UP

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:  
 
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Menerima apa yang semestinya dan tidak menuntut lebih dari yang semestinya dengan kata lain yang lebih bijak mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita sebagai hambaNya. Sederhana ketika diucapkan tetapi sulit untuk diamalkan. Kalau boleh mengandai-andai maka opo anane saya katakan "ANDAI KITA GAK NEKO-NEKO TENTU TIDAK ADA YANG NEKO-NEKO" artinya kalau saja semua mau menjadi dan menerima serta tidak menuntut lebih dari cukup tentu tidak ada kesenjangan yang berujung pada marginalnya kehidupan. Kita semua tahu bahwa janji Yang Maha Kuasa "Bersyukurlah maka kita akan ditambahkan ketenangan(nikmat) tapi manakala kita neko-neko, mengada-ada, gak pernah merasa syukur maka kesengsaraan yang teramat sengsara adalah ujung dari segalanya".



Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

LIFE

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:  

 
 KEHIDUPAN
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government 
Ketika hidup mulai terburu-buru, dikejar atau hanya untuk mengejar sesuatu yang semu, yang tak berujung pangkal dan terus melambung diantara khayal dan mimpi palsu diantara keinginan dan harapan, namun kosong tak bermakna hilang tak berkesan tak tampak tapak yang tertinggal diantara sesak nafas yang terengah-engah karena rasa lelah di alam fana...


Dunia penuh liku
Yang terus memburu
Otak manusia melambung bersama angan - angan semu
Mencengkram dunia dalam mimipi yang palsu
Di saat peluru - peluru berkuasa di sana
Di sini telah mulai kehidupan baru

Banyak sudah yang tak mau tahu
Karena memang sudah lama mereka tahu
Tentang apa yang mereka tahu
Tak satupun akan mengerti
Dan memang tak ada yang mau mengerti

Mungkin hanya mereka saja
Karena memang merekalah yang punya

Jangan lagi bertanya
Dan jangan lagi berpura - pura
Karena memang tak ada lagi rahasia

Tanpa apapun,
Dan dengan perantara apa,
Sesuatu yang tak ada makna
Atau yang tak pernah ada sama sekali
Kini tak perlu lagi kamu perduli
Karena memang tak ada lagi kepedulian

Yang pasti,
Tapi tidak ada satupun yang tahu pasti
Karena bukan mereka yang punya kepastian
Yang pasti,
Akan tiba saat yang bisa dimengerti
Dan tak ada lagi yang mampu sembunyi

Anas, Desember 1988

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Monday, July 25, 2011

SUMMER

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title: 

KEMARAU
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Bocah-bocah kecil berlari
Dengan celananya yang lusuh
Mereka berteriak lantang memandang langit
Lalu mengejar mendung yang disapu angin panas
Kakinya yang telanjang
Menapak satu satu di tanah bumi yang terpanggang
Keluh suaranya bergema menembus sumur sorga

Namun sang mata air hanya cucurkan air mata mereka
Manusia-manusia ditimpuk keresahan
Gundah gulana, bencana dan malapetaka

Kemarau panjang menghanguskan jiwa
Pohon pepohonan kering
Lahan-lahan pangan tandus menahan dahaga
Sementara si fulan yang kaya dan serakah
Menikam bumi dengan angkuhnya
Tanpa mau dengar do'a dan petuah
Yang dihamparkan para kyai
Di jagad raya yang tengah sekarat ini

Kemarau,
Kau sumber kemarau hati insani
Nafasmu menghisap nafas sang penghuni
Hawa panasmu membakar seluruh negeri
Jerit memilu mengiringi ayun langkah kami
Yang kian hari makin membeku

Kemarau,
Dulu kau datang
Kini kau datang
Besok dan lusapun kau tetap datang
Mungkinkah semua hanya sekedar panggilan musim
Ataukah karena tingkah pola manusia
Yang memaksamu agar tinggalkan sang peraduan

Kemarau,
Apakah kini sang musim sudah saling menghianati
Apakah kini sang musim sudah saling meracuni
Sehingga kini kau kehilangan tempat sembunyi
Dan kau berkelana tanpa kendali
Menjelajah kehidupan tanpa perduli

Kemarau
Lihatlah bocah-bocah kecil terus menanti
Berharap hujan akan datang lagi

Kemarau,
Lihatlah bocah-bocah kecil terus menanti
Melamunkan tarian di bawah air langit
Yang dulu mereka mainkan dengan riangnya
Tapi kini lihatlah bocah-bocah kecil yang terus menanti
Tarian hujan hanya tinggal sebuah mimpi


Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government


Sunday, July 24, 2011

FEELINGS WHEN FEAR OF DEBTS DUE

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:

  KETIKA PERASAAN DIHANTUI HUTANG
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Pernahkah saudara berhutang? Tentu kita semua punya hutang, kepada sahabat, kerabat atau siapa saja lebih-lebih hutang kepada orang yang telah membangun dan memberi dasar kepribadian pada kita, yang tak akan mampu kita bayar dengan harta maupun tahta, Siapa yang dimaksud??? Ya orang tua kita.


Ketika hutang menjadi beban yang teramat berat untuk dipikul dalam batok kepala kita, apa yang harus kita lakukan!!! Tentu bukan dengan hutang untuk menutup hutang, karena nilainya sama secara materi tetapi disisi lain apabila jalan yang terbuka memang itu maka lakukan dengan niat baik untuk meringankan sebagian beban yang kita rasa berat. Akan tetapi bila memang ada yang harus kita lakukan tanpa harus hutang dibayar dengan hutang maka segera lakukan jangan ditunda lagi. Karena dengan demikian sebenarnya kita sudah meringankan dan menyenangkan dua pihak yaitu kita dan orang yang memberi hutang kepada kita.


Adakalanya hutang membuat perasaan menjadi gundah gulana ketika kita belum mampu untuk membayarnya, maka ketika demikian jangan jadikan semua itu seolah tak bisa terbayar tetapi lakukan sesuatu yang mampu dan biasa kita lakukan dan jadikan hutang sebagai motivasi untuk lebih berkarya dan bukan menjadi hantu yang menakutkan, karena kalau yang tertanam dalam pikiran hanya kebuntuan maka sebenarnya itu yang akan kita alami karena kita telah berprasangka buruk terhadap sesuatu yang sebenarnya belum kita ketahui, padahal belum tentu sesuatu yang buruk menurut kita adalah buruk tetapi bisa saja menjadi yang terbaik untuk  kita menurut Allah SWT. Dan wajib kita ingat bahwa tuhan tidak akan memberikan sesuatu di luar batas kemampuan hambaNya.

Semoga menjadi motivasi hidup untuk lebih baik lagi....amin

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Saturday, July 23, 2011

JADILAH GEMBALA DI PADANG TANDUS

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:


JADILAH GEMBALA DI PADANG TANDUS
 keywords: economy-society-politics-religion-culture-government
Lahir sebuah kisah tentang dunia yang semakin tua, di saat keringat-keringat mengucur deras disela-sela panasnya otak yang terperas menuntut akan rugi labanya kehidupan, di saat angka waktu yang terus memburu bersama nama hari-hari yang bergantian mengisi simbol kehidupan.
Ketika pijar sang surya bergolak membakar jiwa manusia-manusia perkasa disana, memaksa lari, rebah, bangun dan terkapar di tanah, mengucurkan merah, darah manusia perkasa di bumi persada.
Remuk redam jiwa perkasa,
Mengapa manusia-manusia muda yang hanya tinggal menggoreskan pena, yang hanya membuka dan menutup lembar peristiwa, yang hanya datang dan pulang sekolah, dan yang hanya minta dan menguras kekayaan orang tua, tega memperkosa jiwanya, tega memperbudak batinnya, tega memperburuh orang tuanya dan tidak hanya tega pada yang bisa ditegakan, sekalipun membunuh mesti tega dilakukan.

Wahai manusia-manusia muda, tangan dan kakimu yang perkasa dengan kepala yang terisi penuh rekaman peristiwa dunia, mari berkarya nyata dan tidak hanya mengekor pada revolusi dunia, ingat ini bukan khutbah atau ceramah ilmiah yang banyak dikenal dan dijunjung manusia-manusia

Mari simak wahai manusia-manusia muda, dengarlah berita alam, kau dengarlah di sana ada bencana, dan apakah kau dengar mendungpun berceloteh tentang derap langkah serdadu dan jerit bayi yang histeris mencari tetek ibunya yag mati dan hilang tanpa ada kabar beritanya.

Andaikan kau bisa mendengar, langitpun menangis, mendung menangis, burung-burung menangis, pohon-pepohonan menangis, semua menangis entah apa sebab mereka menangis hanya manusia-manusia yang bisa merasa dan meraba tangisan alam yang makin memilukan.

Di sana dibalik bacaan suci orang-orang berjubah tersimpan makna yang dalam sedalam apa yang paling dalam. Orang-orang berjubah berdo'a untuk manusia-manusia muda, yang kelak diharap menjadi ksatria di hamparan gersang yang penuh dengan perang dan peristiwa pembunuhan.

Wahai manusia-manusia muda, jadilah kau gembala-gembala di padang tandus yang menghamparkan 1001 kegersangan, dan peganglah dua tali, satu di kanan dan satu lagi di kiri dengan seruling yang melantunkan syair pemikat hati, meski air dan rumput terlalu sulit untuk kau temukan, namun tangan kakimu masih perkasa untuk mengayunkan parang menembus dimensi kehidupan.

Wahai manusia-manusia muda, jadilah gembala-gembala yang sejati, jangan pula kau biarkan gembalaanmu makan dan minum di ladang orang, dan jangan pula kau hanya duduk di bawah pohon sementara yang kau gembalakan bingung kemana harus berjalan.

Gembala-gembala di hamparan gersang, gembalakan semua yang mampu kau gembalakan jangan hanya karena rasa cinta semua jadi terlantar, biar namamu diagungkan di buku dunia meski bukan itu yang kau inginkan.

Gembala-gembala di hamparan gersang, kaulah surya di siang hari dan kaulah bulan di malam hari, hidupmu bersama hidupnya alam di pelosok negeri, tidurmu adalah tidurnya para bidadari, pengabdianmu tidak terukurkan oleh alat industri canggih, bangunmu bersama seruan suci yang menggema diujung pagi.

Gembala-gembala di hamparan gersang semoga menjadi pelita di kegersangan malam dan bercerita tentang makna hidup dan kehidupan

Kini hanya tinggal manusia-manusia muda yang masih tertinggal, yang belum pasti arah hidupnya yang kadang terayu racun dunia hingga tergeletak dan tersungkur dalam bui dunia.

dengan seribu satu antara benar dan salah, manusia-manusia berdo'a membasuh hatinya yang penuh dosa, namun ada pula yang mati tanpa kebajikan dan lencana binttang kafir di sandang dalm kuburannya



Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Friday, June 24, 2011

CONGKAK

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title: 

CONGKAK
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Manakala hidup mulai terombang ambing, lepas kendali tak lagi punya arti, lepas dan semua terlepas sehingga tuan merasa paling tuan. Ya tuan aku tahu betapa baju tuan penuh simbol-simbol jabatan, badan kekar karena terlatih untuk melawan, kuat seolah tak terkalahkan. Semua hormat karena semata yang tertempel di baju dan saku tuan.
Namun aku tak habis ngerti, hanya karena itukah, tuan merasa seperti manusia terhormat, seperti manusia berderajat atau seperti manusia super hebat.

Lantang suara tuan, tak ada bedanya pedagang asongan yang berteriak mengumbar menjual barang obralan, bengis wajah tuan yang terpampang di etalase murahan, garang tingkah tuan hanya sekedar untuk menakuti bocah ingusan, busung dada tuan hanya membuat congkak tuan semakin tersungkur di bumi Tuhan, sehingga tuan jadi lupa ingatan...sehingga tuan jadi gila penghormatan...

Jika benar tuan mengenal ajaran tuhan, mengapa tuan jadi pengkhianat, menusuk hati teman kerabat, meneror misi sesama umat. Jahiliyah modern kau jadikan kiblat...kecongkakan kau lalap setiap saat tanpa sesal meski hanya sesaat.

Tuan...bukan karena dendam kesumat, atau bujukan si iblis yang bangsat dan dilaknat, tapi ketika nurani yang menggema, suci bergemuruh di saban hari, yang selalu bersenandung dengan ayat-ayat Ilahi, yang dipaksa bangkit dari sebuah mimpi abadi, kau tindas untuk lari dan pergi.

Jangan...jangan lagi kau tindas karena congkakmu...tak ada makna yang teramat tinggi dari sekedar congkak, sombong, angkuh atau angkara murka, ingat semua pasti kembali.

Betapa malu ketika kau datang dan dihadang penjaga alam yang belum kau kenal sama sekali, menanyakan apa saja yang telah kau perbuat selama hayatmu di kekuasaan Yang Maha Kuasa. Dan tuan takkan lagi mampu untuk berkelit atau menyuap...hanya kejujuran sebenarnya yang akan memberi jawaban tanpa congkak tapi penuh kerendahan hati...

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Anas, Maret 1991

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Wednesday, June 22, 2011

BALADA ANAK TIRI

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:

BALADA ANAK TIRI
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Andaikan selaksa harta ada padaku, takkan riang dalam sukmaku. Andaikan sejagad raya dian menerpaku, takkan padang dalam batinku. Memang semua suka bukan untukku, memang semua kasih sayang hanya sebatas jari-jemariku. Kalau mau suka, seribu ibaan kata kuharus kuasa, sedikit ada kata yang salah, akan kurasakan tamparan badai nista memporak jiwaku.


Aku terbelenggu oleh kalimat-kalimat nyinyir, aku terpasung aturan yang memuakkan, aku...aku...aku terima semua tanpa ketulusan, aku sadar....aku tak pantas terima tulusan kasih.

Aku tak pantas duduk di kursi itu, yang tiap hari kubersihkan dengan air mataku. Aku hanya pantas hidup dikolong jembatan diantara sampah yang berserakkan, aku hanya pantas jadi gelandangan, gembel-gembel jalanan yang mondar-mandir mencari ibaan orang, untuk menyambung hidup masa depan.

Saban hari harus berkelahi dengan alam, terus berjalan, menangis dan mengharap uluran tangan. Aku butuh semua untuk aku. Kasih-Mu yang tulus, Cinta-Mu yang suci, lekatkan dalam jasad, satu dalam kalbu mengukuhkan jiwa dalam temaramnya lampu, menggugah malam di alam padang, menggelar panjang di atas cahaya suci-Mu, menembus dalam-dalam menanti terangnya bersama genderang nurani


 Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Tuesday, May 24, 2011

PIJAT SAWAN

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.May be useful, this time we wrote with the title:


"PIJAT SAWAN"
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Sebagai orang tua pasti selalu berharap dengan hamparan doa tulus yang kita panjatkan kepada Allah SWT agar kondisi dalam keluarga terutama sang buah hati selalu dalam keadaan sehat wal'afiat jauh dari sakit dan marabahaya. Akan tetapi ketika ujian datang menghampiri dan pasti kita takkan bisa menghindarinya maka hanyalah upaya semaksimal mungkin dengan iringan do'a kepada Allah semata.


Kita berupaya ibarat sedia payung sebelum hujan, bagaimana ketika sang buah hati kita mengalami sakit tentu semua orang tua sudah punya cara sendiri untuk mengantisipasinya. Mungkin sedia obat-obatan ringan atau bahkan memiliki dokter pribadi. Namun ketika semua itu belum ada hasilnya, maka usaha non medis seperti alternatif atau "yang tahu benar akan bidangnya" adalah bukan tidak mungkin bisa dijadikan jalan keluarnya.

Maka  kami ingin berbagi kepada semua keluarga mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil dari pengalaman keluarga kami ini. "Putri kami yang pertama pernah mengalami sakit demam tinggi , waktu itu usia sekitar3-4 tahunan. Kami segera membawa ke dokter umum terdekat biasanya setelah periksa sehari kemudian sudah pulih kembali, tapi hampir 3 kali periksa dan tes darah (hasilnya normal) masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Suatu waktu ada yang memberi saran untuk dibawa saja ke "orang ngerti" (pijat sawan) siapa tahu putrinya sawanen (istilah orang jawa). Tidak ada salahnya dicoba, kamipun bergegas untuk membawa putri kami ke tempat pijat sawan yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sore hari itu juga putri kami yang masih dalam kondisi sakit saya bawa ke tempat pijat sawan, Alhamdulillah segala puji syukur kami persembahkan kepadaMU ya Allah, hanya dengan dipijat yang seolah seperti digelitik-gelitiki dan tidak butuh waktu yang lama setelah selesai kami pun pulang, dan belum sampai ke rumah putri kami sudah pulih seperti sedia kala." Kami sangat bersyukur, dengan pengalaman seperti ini mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami pun menyimpulkan usaha medis tetap harus dilakukan tetapi ketika belum ada jalan terang usaha non medis pun tak ada salahnya untuk dijadikan alternatif sebagai jalan keluar dan tetap harus berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Sebenarnya sawan itu apa ya? Menurut pendapat kebanyakan orang "sawan" adalah terjadinya gangguan yang mempengaruhi psikis seseorang sehingga akan terlihat lemas, sayu, kadang panas, kadang dingin sekali bahkan nafsu makan hilang, penyebabnya macam-macam bisa karena terkejut/kaget karena sesuatu atau karena memang ada yang ganggu dari mahluk lain (seperti gangguan jin). Maka dalam mengatasi masalah yang seperti ini solusi yang tepat adalah kita datang kepada orang  yang tahu benar masalah tersebut seperti "Kyai atau orang yang diberi kelebihan menangani masalah tersebut". Kita percaya semua ini bisa terjadi kepada siapapun dan kapanpun dan kita pun harus yakin bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya dan Allah pasti akan memberi petunjukNya kepada siapa saja yang mau berusaha.

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan, semoga ini bisa memberi manfaat sehingga ada hikmah yang bisa kita ambil.

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Saturday, May 21, 2011

KENAPA HARUS BERBURUK SANGKA

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.May be useful, this time we wrote with the title:

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Kenapa kita berburuk sangka? Tentu hal ini tidak mudah dihilangkan sepenuhnya dari pikiran kita. Hampir setiap pikiran orang dihinggapi hal positif dan negatif, tinggal bagaimana kita mengatur keduanya bisa selaras dan terarah sehingga nantinya dapat menghasilkan kepada sesuatu yang berakibat baik tentunya. 

Bagaimana caranya? Kita semua tentu menginginkan menjadi seseorang yang baik untuk diri kita sendiri, keluarga terlebih baik juga untuk orang lain atau lingkungan sekitar. Untuk itu perlu  dan sangat  penting sekali  usaha keras dalam berjuang  serta memperjuangkan segalanya agar yang terbangun dalam pikiran kita adalah hal-hal yang berakibat baik tentunya. Mari kita bangun bahwa berburuk sangka itu sama sekali tidak akan menjadikan diri kita lebih baik dari yang kita sangkakan, bahkan menjadikan diri kita lebih tersiksa karena yang ada dalam pikiran hanya hal-hal yang buruk dan menjadi lebih menderita ketika semua perasaan buruk sangka itu menjadi sesuatu yang biasa, karena akhirnya akan menganggap semua  yang tidak sesuai dengan pandangannya adalah buruk. Berburuk sangka sama sekali tidak ada gunanya baik itu terbukti benar atau tidak sama sekali. Semuanya hanya akan menambah nilai negatif yang terbangun dalam pribadi kita. Jadi hilangkan buruk sangka  karena hal itu hanya akan merugikan diri kita sendiri dan pihak lain yang kita sangka buruk.

Kita tidak menginginkan untuk menjatuhkan orang lain sebaliknya orang lain juga tidak akan melakukan sesuatu hal yang buruk kepada kita, sekalipun ada yang melakukan hal buruk kepada kita maka lakukan yang terbaik untuk diri kita tanpa harus melakukan hal buruk kepada orang lain, karena mungkin memang orang lain belum mengerti tentang apa yang telah dilakukan itu akan berakibat buruk pada dirinya sendiri.

Jadi kenapa kenapa harus berburuk sangka, kalau semuanya hanya akan menjadikan kita tidak lebih baik dari yang kita sangkakan kepada orang lain. 

My Motivasi : Anas MH


Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Sunday, May 8, 2011

YANG TERLANTAR BEGITU DEKAT

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:


YANG TERLANTAR BEGITU DEKAT 
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government


Diantara sepi dan kesepian yang teramat sepi, ketika semua terasa...tiada suara tiada rupa, sunyi...hanya bisikan dalam hembusan angin malam, hanya desah nafas orang-orang yang telah terlelap dalam malam, yang mendengkur di emperan cahaya yang temaram dalam seram, menanti kembali harapan bersama kemilau sang surya.

Dalam kelelapan...saat semua kepulasan sedang bercerita di layar impian yang hanyut dalam keheningan sunyi yang mencekam. Datang kebeningan-Mu, kesucian-Mu membasuh semua lekat kotoran yang teramat kotor, pancarkan cahaya di hati yang terlantar.
Seolah terdengar gema syair-syair suci-Mu, yang menyentuh nurani, mengusik dan mengusir ke dalam dalamnya nafsu-nafsu ijajil.

Maha sucii Engkau, Ya Allah...yang menjadi raja atas segala tahta, berkuasa atas langit dan jagad raya. Terima sujud cintaku...Berikan mata pada mata hatiku yang kini masih buta dengan kemulyaan, yang kini masih meraba dalam kegelapan...menggapai-gapai di jalan dunia..
Aku lihat dan melihat dengan jelas...yang terlantar, sujud dan syukur dengan penuh ketulusan, yang terlantar begitu dekat di sepanjang hari di saban waktu diantara senang dan linang air mata, yang terlantar begitu bangga tanpa angkara dan tanpa congkak, seolah tiada terdengar tangis batinnya.
Tapi kenapa dan mengapa, sehingga akupun tak habis mengerti, kenapa qorun-qorun jaman ini, yang tidur dan makan dengan lahapnya, yang hidup serba wah dan cah cah cah, tak pernah sujud dan syukur, tak pernah bahagia dan hanya mendengkurkan kalimat kufur, seharian siang dan malam...hanya terdengar jerit makian jiwa yang seolah terasa sakit dan teramat gundah gulana...
Ya Allah...terima sujud cintaku, biar kemana.... yang terlantar begitu dekat...begitu damai dan yang terlantar tulus dan selalu saba di kota-Mu


Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Wednesday, May 4, 2011

ORANG TUA SEPENUH JIWA

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:


keywords: economy-society-politics-religion-culture-government


Orang tua adalah ibu dan ayah kita yang bak lentera dalam kegelapan,  yang mencurahkan hidupnya untuk buah hati yang diharapkan dapat menjadi orang yang berguna yang mampu memberi manfaat untuk kehidupan orang banyak suatu saat kelak. Anak adalah sumber inspirasi dan motivasi agar kehidupan dalam keluarga lebih berwarna dan mempunyai arti penting dan bukan sekedar untuk mengejar materi belaka. Adalah suatu kebahagiaan yang tak berhingga bagi orang tua ketika buah hatinya mampu menjadi seperti yang diharapkan yakni yang mampu memberi manfaat bagi kehidupan orang banyak meski bukan berarti anak harus menjadi seorang yang berpangkat ataupun konglomerat.



Pangkat, jabatan atau apapun istilah dalam kedudukan bukan jaminan seseorang menjadikan dirinya benar-benar bermanfaat untuk orang lain. Sebaliknya dengan menjadikan diri ini bermanfaat untuk orang lain adalah jaminan seseorang memiliki derajat dan kemulyaan sebenarnya yang sekaligus dapat mengangkat derajat orang tua kita.
Bagaimana orang tua kita membangun pribadi buah hatinya? Dengan segala kelebihan dan kekurangannya orang tua berupaya semaksimal mungkin dengan bersandar kepada tali kekuasaan Yang Maha Kuasa, yang memiliki segala apa yang ada di langit maupun di bumi dan sekitarnya. Baik ketika dalam kondisi senang maupun susah dengan kejujuran, ketulusan hati dan bukan berharap kembali. Orang tua selalu memohon dengan sepenuh hati kepada Ilahi robbi agar memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan dijauhkan dari segala marabahaya serta kelak menjadi anak yang sholeh-sholehah yang mendo'akan orang tuanya baik masih ada maupun ketika sudah meninggalkan kehidupan yang fana.

Bagaimana kita sebagai anak? Maka orang tua kitalah sumber inspirasi dan motivasi yang selalu memberi semangat dalam setiap langkah dalam menapaki kehidupan agar kita benar-benar mampu menjadi orang yang bermanfaat, meskipun hanya sekedar dengan hal-hal yang dianggap remeh namun teramat berarti ketika ada orang lain merasakan manfaat dengan apa yang sudah kita perbuat. Sebagai contoh menunjukkan alamat kepada seseorang yang bertanya kepada kita atau sekedar berkata sopan kepada lawan bicara. Karena sesuatu yang besar tidak akan mampu kita lakukan kalau yang kecil saja kita sepelekan.

Kita tidak akan rugi ketika berbuat sesuatu yang baik untuk diri kita sendiri apalagi untuk orang lain, sebaliknya ketika dengan mengabaikan kebaikan dan berbuat seenak hati tanpa perduli apapun maka dengan sendirinya kerugian besar yang akan terjadi baik untuk diri atau lingkungan di mana ia berada.

Semoga kita bisa mengambil manfaat dalam setiap apa yang kita lakukan baik untuk diri sendiri terlebih untuk orang lain...amin

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

Wednesday, April 27, 2011

UNTUK KAWAN LAMA

This article was written by Anas M.H. and presented on the blog "OPO ANANE REK". We make every effort to work better and we certainly hope to be accepted by readers. Our article themed around anything that inspires us both thinking about; economic, social, political, religion, technology, society, or simply for the brain teasers.
May be useful, this time we wrote with the title:

 

UNTUK KAWAN LAMA 
keywords: economy-society-politics-religion-culture-government 
(Mengenang dan terkenang karena kini usia semakin berkurang teringat masa
terkenang kawan-kawan 
yang kini menghilang dari pandangan mata 
tapi masih terlukis 
dalam relung yang paling dalam... )


Kala aku hilang
Saat senang dan susah resahkan rasa
Datang angin tiupkan cerita lama
Pada bathin hati yang terlena
Pada daun alam yang bicara sendiri
Dan dalam hening datang bayang - bayang
Ada tertawa
Ada tanya
Ada celoteh nakal
Sapaan dan saling cerita
Dan apa saja saat kita sama - sama di sana

Untuk kawan lama,
Kemana perginya dongeng orang tua
Saat kita di atas angan sendiri
Saat kita terhempas badai i jalan berduri
Kemana,
Kemana lagi harus ku cari
Dongeng sejati yang tak ku temui di sini

Untuk kawan lama,
Begitu cepat coretan kisah kita berakhir
Yang kini hanya terukir di hati masing - masing
Yang mungkin tidak di perdulikan lagi
Karena kini telah kau temukan lambang baru
Di tengah takdir yang telah kita lampaui,

Untuk kawan lama,
Adakah jejakmu masih di sana
Telapak naluri yang pernah menggores dinding dunia
Dengan senyuman nurani yang menggelitik banyak jiwa
Atau terkikis nafsu yang kuasai serakahmu

Untuk kawan lama,
Ada banyak angka yang menghitung usia
Ada banyak kata yang merangkai makna
Ada banyak khayal diantara kita
Tapi tak banyak nasib menaruh iba
sementara,
Setiap kali terlihat pesona di sana
Biru langit itu masih penuh dengan asap mega-mega
Yang sesekali tampak seperti bayanganku sendiri
Seolah ada banyak gundah
Isakan sesak lautan air mata


Untuk kawan lama,
Kita pastikan kini ada sisa cerita
Selembar jiwa untuk abadikan kisah lama
Dan pastikan kita tak salah langkah
Di atas kaki bumi Illahi Robi
Teguh dan kita satukan hati bathin ini
Dan tinta alam yang akan ukir langit-langit
Dalam lembar harian kita masing-masing
Dan kita takkan saling lupa
Meski ada gejolak ingin mencari jalan sendiri

Anas, Malang 5 Juli 1992

Thank you for your attention and visits, we hope the suggestions and criticisms the reader if it pleased.

keywords: economy-society-politics-religion-culture-government

KOMENTAR MELALUI AKUN FACEBOOK

Kami sangat berharap dan berterimakasih banyak bilamana para PEMBACA berkenan memberikan kritik dan Sarannya melalui akun Facebook di bawah ini: